Minggu, 02 Oktober 2011

WASPADAI DEMAM BERDARAH DENGUE

KENALI DAN WASPADAI
DEMAM BERDARAH

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan. Demam Berdarah Dengue ini merupakan salah satu penyakit akut yang ditandai dengan panas mendadak selama 2-7 hari tanpa sebab yang jelas disertai dengan manifestasi perdarahan dan kadang–kadang disertai dengan berak darah, muntah darah, kesadaran menurun dan bertendensi menimbulkan shock yang menyebabkan kematian.
Gejala Demam Berdarah
Seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD), umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut:
• Demam mendadak (>38° C, 2-7 hari) tanpa penyebab yang jelas serta disertai penurunan aktifitas dan nafsu makan.
• Timbul perdarahan baik di gigi, mulut, hidung, kulit, atau tinja.
• Demam yang disertai kemerahan di wajah dan leher serta muntah.
• Tiba-tiba terjadi penurunan suhu tubuh setelah beberapa waktu penderita mengalami demam. Gejala ini diiringi dengan rasa gelisah, sakit perut, dan badan lemas..
• Demam tanpa disertai batuk-batuk.
• Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
• Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.
• Biasanya terjadi gejala pendarahan (namun tidak semua demam dengan perdarahan adalah gejala DBD)
Jika ada anggota keluarga Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke Dokter untuk mendapat pengobatan. Jangan biarkan demam terlalu lama karena dapat mengakibatkan terlambat untuk ditolong. Untuk lebih pastinya, Anda dapat melakukan cek darah di Laboratorium terdekat.
Cara mudah untuk mengenali gejala DBD
Selain melakukan pemeriksaan laboratorium kita juga dapat melakukan tes yang dinamakan dengan Tes Torniquet. Kedengaranya mungkin cukup asing di telinga tapi sebenarnya merupakan cara yang paling sederhana.
Caranya adalah
Dengan tensimeter,
Langkah I:Ukur tekanan darah penderita, kemudian ambil angka systole(bunyi I) dan angka dyastole (bunyi II) jumlahkan kemudian dibagi 2 untuk dpat nilai tengahnya.
Langkah II:Bebatkan manset tensimeter pada lengan atas penderita, pertahankan tekanan pada nilai tengah tadi. Biarkan selama 5 menit,lalu perhatikan daerah di sekitar kulit siku di bawah bebatan apakah ada terdapat bintik-bintik merah seperti bekas gigitan nyamuk. Jika jumlahnya lebih dari 20 buah maka si penderita di curigai Positif Demam Berdarah. Namun jika jumlah bintk-bintiknya kurang dari 20 tidak menutup kemungkinan terinfeksi dengue (Demam Berdarah). Tibulnya bintik2 merah tidak hanya terdapat di daerah siku namun di bagian tangan lain juga mungkin bias terjadi.
Tanpa Tensimeter kita juga dapat melakukannya dengan membebatkan sapu tangan di lengan atas kemudian pertahankan dengan tekanan secukupnya. Perhatikan apakah timbul bintik-bintik merah di bawah siku. Jika ada segera dibawa ke dokter terdekat.
Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue
Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.
Pengobatan Penyakit Demam Berdarah
Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).
Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi darah(trombosit) dilakukan jika jumlah trombosit menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul misalnya me mberikan tablet parasetamol untuk menurunkan demam,oraliit jika disertai diare pada penderita.
Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :
1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat.perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah
2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14)
3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion)
4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kola
5. Melaksanakan gerakan 3M yaitu:
 Menguras tempat penampungan air dengan menyikat dinding bagian dalam dan dibilas paling sedikit seminggu sekali,
 Menutup rapat tempat penampungan air sedemikian rupa sehingga tidak dapat diterobos oleh nyamuk dewasa,
 Menanam / menimbun dalam tanah barang-barang bekas atau sampah yang dapat menampung air hujan.

Created By: Maria kartiny Dai Rotok (113063A10082)
Stikes Suaka Insan Banjarmasin-Kalimantan Selatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar